.....and i'm back again!! So i will talk about "two faces". Yup, muka dua/komok dua/muka seribu/kebanyakan muka merupakan fenomena yang sering banget terjadi dan dapet kita lakukan tanpa sadar. Gue pribadi juga bermuka dua, tapi bukan berarti muka dua ke semua orang enggak, cuma orang tertentu doang yang gue muka duain. Gue ngebuat coretan ini dari resensi temen-temen gue, dan kebanyakan dari mereka juga jujur bermuka dua. Ada satu temen yang gue tanya dan dia bermuka dua kepada orang yang sama (yang gue muka duain juga).
Kalo menurut analisis sotoy gue, dari 7 miliyar orang di dunia semuanya punya 14 miliyar muka yang bertebaran, BOOM #analisissotoybanget. Kenapa gue bisa ngomong gitu? Pasalnya dari 7 miliyar orang di dunia, orang-orang yang gue kenal sekarang bermuka dua, sangat ironis. Kalo bahas tentang muka dua, gak jauh-jauh dari "fake friend" kok dan "kepo atau peduli", kalo udah baca bagian lta tentang kedua itu lu bakal ngerti maksud gue (kayaknya).
"Segar di luar, busuk di dalam.", 1 kalimat yang bisa didefinisikan untuk pelaku two faces.
Segar di luar, mereka ceria, senang-senang aja, terhibur akan kedatangan kita.
Busuk di dalam, mereka gak seneng ama kita, cuma pura-pura doang, benci (banget) ama kita.
Dan menurut analisis gue (lagi), si muka dua bisa jadi pemakan temen yang handal, karena mereka sudah terlatih di dalam drama hidupnya. Mereka awalnya menyiapkan topeng, keahlian akting, dan dialog, dengan begitu mereka bakal terlihat seperti "teman". Nah, saat dramanya selesai, mereka bakal membuka topengnya, berhenti akting dan menyimpan dialog mereka untuk drama yang lain, dan wajah aslinya akan terlihat. Kalo si muka dua emang udah jago banget, mereka ngebuka topengnya cuma di rumah dan berdrama ria lagi di lingkungan umum untuk menusuk "korbannya" dari belakang dengan sempurna. Good job, i'm amazed with you wahai muka dua.
Kalo kata temen gue mereka yang bermuka dua itu nyari banyak temen, tapi menurut gue cara mereka gak alami dari diri sendiri dan mengada-ngada. Ya sekarang gini aja, ngapain temen lu banyak kalo bohongin diri sendiri ama orang lain apalagi kalo orang itu udah nganggap lu jadi sahabat, kesian gue, turut berduka cita ya.
Balik ke gue sendiri yang bermuka dua, sampe sekarang ini gue belum nemu cara untuk ngapusnya, dan gue tanya temen-temen gue mereka ngasih 3 cara diantaranya:
1) Ngejauhin orang yang lu muka duain perlahan agar muka kedua lu juga ilang perlahan.
2) Ngomong yang jujur/blak-blakan kpd orang yang kita muka duain.
3) Ngomong yang jujur tapi kalem dikit.
Tapi dari itu semua bermuka dua bisa nguntungin di salah satu pihak entah lu atau mereka atau bisa aja kedua belah pihak dapet keuntungan kayak piti (duit/uang) misalnya, HAHA.
Yaa intinya buat diri sendiri yang bermuka dua, (kalo bisa) buang satu muka yang merupakan topeng di depan umum, kalo ada yang ngeganjel lebih enak dikeluarin because being two faces is hard, soalnya lu mesti gonta-ganti topeng sesuai kondisi, BOOM.
Nah khususnya untuk yang bermuka dua, cepet-cepet buka topengnya biar pada tau muka lu yang sebenernya tuh kayak gimana, tapi bukanya perlahan biar temen-temen yang lu deketin gak pada ngejauh gitu aja.
Tapi ya menurut gue a person who has two faces is difficult to escape, cause they are already trapped in their fake face/mask.
Oks segitu dulu lta (baca: curhatan) gue kali ini, semoga beberapa uraian ngaco di atas bisa membantu HAHA.
Ps: special thanks to Adrian (@adrprtm), Antika (@antikakr) and Hanim (@tiyarahanim) yang ngebantu referensi gue. Dan bagi yang belom baca lta tentang "fake friend" dan kepo atau peduli bisa baca di bawah ini
Kepo atau peduli: http://clickthis-website.blogspot.co.id/2016/01/lets-talk-about-eps-kepo-atau-peduli.html?m=1
Fake friend: http://clickthis-website.blogspot.co.id/2015/10/lets-talk-about-eps-fake-friend.html?m=1

No comments:
Post a Comment