Wednesday, March 10, 2021

Ranah Baru bagi Penulis Baru

Saat ini, banyak kita jumpai nama-nama penulis baru di toko buku dengan karya-karyanya yang menarik untuk dibaca. Selain itu, para penulis baru ini memiliki sejumlah daya tarik, entah jalan ceritanya, cara penulisannya, atau genre buku yang ditulis. Berbicara soal genre, genre buku di Indonesia memang didominasi oleh genre romantis, horor, misteri, atau fantasi. Walau demikian, hal ini tidak menghambat penulis baru yang menyongsong genre yang paling jarang di Indonesia, yaitu science-fiction untuk menerbitkan bukunya. Mashuri, panggilan penulis baru dengan genre yang jarang ini. Seorang mahasiswa teknik dengan ketertarikannya menulis science-fiction.

AWAL KETERTARIKAN

Sejak awal, Mashuri tidak mempunyai tidak punya ketertarikan akan menulis dan membaca. Ketika dia duduk di bangku SMP, dia mulai mencoba menuangkan semua imajinasi dan idenya ke dalam platform daring bernama Wattpad untuk menulis dan membaca cerita. Awalnya ia ragu, karena dia sendiri pun tidak pernah membaca buku, apalagi menulis. Tetapi, akhirnya dia mencoba untuk menulis, menulis, dan menulis lagi sampai ia menemukan titik di mana kalau menulis adalah hobinya. Hal ini gilirannya membuatnya mulai untuk membaca buku.

TERINSPIRASI DARI SUZANNE COLLINS

Suzanne Collins dengan karyanya yang difilmkan, yaitu Hunger Games beserta sekuel-sekuelnya lah yang menjadi inspirasi Mashuri untuk mencoba baca karya-karyanya yang lain dan juga mendorongnya untuk membaca buku-buku dari penulis lain, seperti Dee Lestari.

Dari Suzanne Collins juga lah dia juga menyadari jika kita bisa mengembangkan imajinasi yang visualnya bisa dinilai oleh khalayak ramai, entah itu sesuai dengan ekspektasi mereka atau tidak.

BERAWAL DARI WATTPAD

Ide serta imajinasinya pun ia tuangkan ke dalam Wattpad. Awalnya ia membuat tulisan yang terinspirasi dari 3 buku yaitu, Hunger Games, Divergent, dan Maze Runner. Sayangnya, tulisan itu tidak terlalu sukses dan hal ini membuatnya enggan untuk menulis lagi. Akan tetapi, setelahnya ia menonton 4 film science-fiction dan memutuskan untuk mencoba lagi membuat tulisan seputar time travel dan outer space. Dari situ lahirlah buku pertamanya berjudul “Destination: Jakarta 2040” saat ia duduk di bangku kelas 2 SMP.

Penulisan buku berlanjut sampai akhir cerita di tahun 2016 dengan total 290 ribu pembaca dan masuk ke dalam kategori buku yang paling banyak dibaca di Wattpad.

DINAMIKA PENULISAN

Selama penulisan buku pertama di Wattpad, ia mendapati sekumpulan pengkritik karya-karya di platform tersebut. Sebenarnya ini bukan masalah besar jika para pengkritik tersebut meninggalkan kritik yang membangun. Akan tetapi, ada salah satu yang memberikan komentar negatif seperti, “udah lah enggak usah nulis di Wattpad kalau (ceritanya) kayak gini”. Lalu, yang kedua adalah kesulitan untuk memasukkan genre science-fiction ke pasaran yang ramai dengan genre romance atau teen-fiction. Genre ini memang salah satu yang paling jarang di dunia sastra Indonesia. Hal ini lah yang menjadi tantangan tersendiri bagi Mashuri. Dia berusaha untuk membuat para pembaca tahu maksud cerita yang dibuat dan juga ia ingin membuat pembaca merasa tertantang untuk membaca ceritanya. Tapi, sayangnya banyak dari mereka tidak mengerti, sehingga mereka berhenti membaca di tengah jalan. Selain itu, tidak jarang juga ia mendapat cemoohan karena ceritanya yang “tidak jelas”. 

Sukanya, dalam penulisan adalah ia diapresiasi oleh banyak orang, hingga dapat kesempatan bertemu orang-orang baru melalui komunitas-komunitas penulis.

PROSES PENERBITAN

Kesuksesan buku pertamanya di Wattpad membuatnya berkeinginan untuk menerbitkan “Destination: Jakarta 2040”. Awalnya ia mengirimkan naskahnya ke 7 penerbit dan ditolak semua. Tapi, dia tidak putus asa, dia mencoba lagi mengirimkan naskahnya ke 3 penerbit. Akhirnya, Januari 2020 naskahnya diterima oleh salah satu penerbit terbesar di Indonesia.

Proses setelah diterbitkan pun tidak lah selalu berjalan lancar, tentu ada hambatan. Pertama adalah pengurusan kontrak yang tidak mudah, karena harus membaca sebanyak berlembar-lembar halaman dan harus benar-benar memahami semua poin yang tertulis. Selain itu, penting juga untuk mengetahui benefit apa yang kita dapat dan tahu buku yang diterbitkan akan diberlakukan seperti apa oleh penerbit.

Setelah urusan kontrak sudah selesai, masuklah ke fase revisi. Di fase ini, cerita kita bakal di-judge lagi, tapi judge ini akan berbuah bagus, karena di sinilah cerita kita diolah lagi agar layak dibaca. Bentuk judge yang dimaksud seperti, mereka (editor) memerahi naskah, ditanya maksud dari ceritanya. Hal ini lah yang membuatnya harus merombak lagi ceritanya.

SEPUTAR Destination: Jakarta 2040

Buku pertamanya ini bertemakan science-fiction dan berfokus ke fisika modern terutama teori relativitas. Destination: Jakarta 2040 menceritakan seorang laki-laki yang mendapatkan dirinya berada di suatu ruang waktu yang berbeda dan bagaimana dia berusaha untuk kembali ke ruang waktu yang awal dengan memanfaatkan kepintarannya. Banyak plot twist yang diselipkan hingga bisa membuat pembaca bertanya-tanya. Tidak sampai di situ, buku ini disuguhkan dengan ending yang tidak tertebak, yang menjadikan daya tarik lain dari buku ini.

NEXT PROJECT

Dia sudah menyiapkan project yang akan dilakukan ke depannya. Yang pertama adalah penerbitan buku kedua setelah buku pertama “Destination: Jakarta 2040” ini terbit. Lalu, di tahun 2021, Mashuri akan menyelesaikan buku ketiganya. Selain itu, ia juga akan mempromosikan genre bukunya yaitu, science-fiction. Setelah itu, ada pula keinginan untuk bereksperimen dengan genre yang lain, karena sekarang pun ia mempunyai beberapa draft novel yang masing-masing berbeda judul, beda genre, dan beda cerita.

TIPS MENULIS ALA MASHURI

Yang pertama, harus hobi menulis dan harus ada keinginan. 2 hal itu terpenting, karena jika ada ide, tapi tidak ada 2 hal itu akan sulit untuk meneruskan tulisan tersebut. Selain itu, adanya motivasi untuk menulis. Bagi Mashuri sendiri, motivasi untuk menulis adalah untuk menghilangkan rasa bosan dan untuk menuangkan semua idenya ke dalam tulisan. Jika dia tidak ada, dia akan meninggalkan tulisan itu lalu melanjutkannya nanti sambil mencari ide serta niat untuk kembali melanjutkan.

.

.

.

okay, honestly, tulisan berisi interview dengan Mashuri ini merupakan tugas akhir gue di semester 3 untuk memenuhi nilai UAS...ya gitu. Dah pokoknya jangan lupa dapatkan Destination: Jakarta 2040 di toko buku terdekat atau kalau mager bisa didapatkan via e-commerce!