Thursday, December 22, 2016

Ketika seni jadi tempat pelarian

Akhirnya nulis lagi setelah sekian lama. Kali ini gue mau review pameran yang baru-baru ini diadakan di Garnas aka Galeri Nasional. Tbh, dulu pas pertama kali ke garnas gue mau nulis tentang museum ini di blog, tapi karena waktu itu gue gak ke semua gedungnya jadi ketunda & akhirnya gak jadi hehe. 

Berawal dari classmeet di sekolah yang gabut and also my mood was so blue, jadinya gue memutuskan kesana buat cuci mata for something that artsy. Akhirnya gue cabut dari sekolah dan cus ke garnas naik busway dari blok m. Aksesnya gampang banget, lu tinggal naik dari blok m terus turun transit di monas, sebelum transit gue numpang wifi dulu as always, fyi kalo mau lu connect ke wifi yang "@wificolony" karena itu cepet banget & gak ribet. Setelah selesai numpang wifi, lanjut naik busway ke arah Pulo Gadung terus turun di Gambir 2. Jalan dari halte ke garnasnya gak jauh kok, sans.

Pas udah nyampe, ternyata gue dateng di saat yang tepat karena ada pameran dan gak rame. Soalnya pas pertama kali gue kesini rame banget parah dan banyak cabe-cabean yang foto di spot-spot yang mainstream.

Pameran kali ini bertajuk "Ways of Clay: Perspectives Toward the Future" which means itu pameran yang menampilkan keramik & instalasi dari seniman di berbagai negara, mulai dari Cina, Jepang, Belanda, Selandia Baru, Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapur, Inggris dll. Dan pameran ini temporer aka gak selalu ada.
Pameran ini ditampilkan di 3 gedung, yaitu gedung A, B dan C.

Yang di gedung A:
Simple but Satisfy



Da best installation karena ini bisa ngeluarin suara, yang pasti bukan suara telolet :)

Konsepnya bagus







Ini bagus banget parah


these are so good



Yang di gedung B:
Panjat, panjat, panjat, panjat sosial


adoreable

these are adoreable too

Yang di gedung C:



Yang satu ini mesti diliat langsung


(Ps: Karena kapasitas memorinya yang tidak mendukung, jadinya gue hanya memotret beberapa saja dan yang menurut gue bagus, sisanya bisa diliat sendiri di sana, merci!)

Bagi yang mau dateng kesini masih belum telat kok soalnya ini dimulai dari tanggal 8 Desember-22 Januari 2017. Lu pada mesti dateng kesini, sumpah gak bakal nyesel & juga ini merupakan pameran seni keramik kontemporer 2 tahunan yang terbesar di Asia Tenggara, so dont miss it guys especially if you love art or installation like me!

Galeri Nasional Indonesia:
Jl. Medan Merdeka Timur No. 14
Jakarta Pusat 10110 - Indonesia
Telephone  :
+62 21 348 33954
Instagram   :
@galerinasional
Twitter       : 
@galerinasional_









Thursday, November 24, 2016

Lets talk about... (Eps: Remedial)


Setelah sekian lama blog jadi tempat curhat, akhirnya balik lagi ke lta section!! Kali ini gue mau ngomongin tentang sesuatu yang merupakan basic problem buat pelajar Indonesia yang kemungkinan besar dilakukan abis ulangan, remedial. Dan jujur gue sendiri setelah masuk SMA jadi langganan setia remedial, khususnya ekonomi :))). 
Kalo menurut definisi gue, Remedial (verb): sesuatu (biasanya berupa ulangan) yang dikerjakan para pelajar Indonesia jika nilainya dibawah kkm dan berguna untuk melatih kekompakan.

Dulu waktu SD, gue tuh kadang suka malu kalau remedial. Pasalnya pas SD yang remed tuh dikit dan gak lebih dari 5 orang. Ya, masa SD masa dimana lu lagi rajin-rajinnya, takut kalau remed, dan kalau lu dapet nilai 7 tuh sedih, apalagi 5 beuh udah dimarahin abis-abisan ama nyokap. Jujur, gue pas SD langganan remedial matematika, setiap remedial pasti nama gue kesebut, sekalinya gak itu mukjizat dari Allah. Tiap selesai ulangan gue selalu bilang "Ya Allah jangan sampe remedial, semoga nilainya bagus"

Lulus SD dan gue bertekad supaya SMP jarang remed dan ternyata itu hanya ekspetasi. Realitanya? Tetep jadi pelanggan setia. Pas SMP kelas 7-8 gue masih agak malu kalau remed tapi temen SMP gue banyak kalau remed wkwkwk, jadinya biasa aja. Memasuki kelas 9, nilai matematika gue gak ada yang di atas kkm, semuanya remed dan juga temen remed gue bertambah huehehehe. Saat SMP nilai 5,6,7 sudah biasa, walaupun masih sedih kalau diratapin, tapi gak jarang juga lu dapetin nilai 8 atau 9. Tiap ulangan selesai gue selalu bilang "Ahh remed nih kayaknya", "Yang kira-kira remed siapa aja dah", "Jangan sampai remed dah intinya".

Saat SMA, remedial berasa jadi makanan gue tiap hari. Tiap 6 dari 10 ulangan gue remedial, dan juga yang remedial gak dikit, bisa dibilang hampir 1 kelas remedial, good temen remedial gue nambah. Gue paling greget kalau gue ulangan dapet 75 sedangkan kkmnya 76 dan mau gak mau mesti ikut remedial, thats the sucks thing everrr. Nilai ulangan pas SMA? Beuh dapet pas kkm aja udah syukur alhamdullilah, dan kalau remed ya santai aja karena gue mikir "gue gak remed sendiri kok". Dan kalau tiap selesai ulangan gue bilang "Ahh paling remed", "Woo gue remed nih", "Fix remed ini mah", "Eh remed kapan deh?", "Kalau bisa jangan sampai remed dah, gue ogah belajar lagi, tapi kalau udah ya udah remed aja".

Dan itulah sejarah remedialnya Dena, dan sampai sekarang pun remed masih menanti. Trés bien!

Kalau jujur, gue sebenernya ogah remed karena, males belajar lagi, soalnya biasanya lebih susah, dan nyita waktu apalagi kalau remednya saat pulang sekolah, aint nobody get time for do that shit.
Terus remed paling nyolot itu kalau lu malah disuruh ngerjain yang aneh-aneh, misalnya bikin maket, bikin kliping, hafalan, beliin gurunya mcd baru boleh remed, ngerjain 1 buku paket, bikin ppt dll yang gak nyambung sebenernya.
Remedial paling gak enak itu saat udah akhir semester dan ada mapel yang belum diremed, sumpah itu gak enak banget (based on true story), karena waktunya terbatas banget. Ditambah lagi kalau gurunya mau kita yang nyamperin, nah kalau kita udah nyamperin tapi gurunya gak ada itu gimana woi, mau gak mau mesti keliling sekolah dan tanya sana tanya sini "pak/bu liat guru x gak?", nah kalo jawabannya gak tau itu gimanaaa, mau gak mau mesti nunggu pulang sekolah, itu pun kalau masih diterima kalau nggak? Wassalam sudah & brace yourself bc bakal ditulis 0/di bawah kkm di rapor :')).

Kalau menurut analisis sotoy gue, inilah top 3 mapel yang selalu diremedial-in:
1. Matematika
Mapel yang gak mungkin gak remed. Dan gue semenjak sd udah jadi pelanggan setia
2. Fisika/Ekonomi
Kedua mapel yang gak lepas dari yang namanya hitung-hitungan walaupun masih ada teorinya. 2 mapel ini punya rumus yang ribet dihafalin dan punya huruf yang bervariasi pula.
3. Bahasa asing
Ini mapel yang biasanya banyak yang remed, termasuk gue. Gue sekelas pernah remed bahasa Prancis dan gue seneng banget karena gak remed sendirian.

Ada yang bilang "mendingan remedial tapi jujur daripada gak remedial tapi nyontek" alah tai banteng itu, itu hanya pencitraan belaka, kalau ada temen lu yang ngomong gitu jangan dipercaya wks. Pasti lu bakal nyontek biar gak remedial karena lu males belajar lagi. Karena ada 1001 cara untuk nyontek agar gak remed.

Akhir kalimat, ya lu belajar aja yang bener kalau tetap remed yaudah jalanin aja dengan ikhlas karena gak hanya lu doang yang remed. Kalau nilai remed tetap jelek? Brace yourself karena bakal disuruh tugas yang aneh-aneh kayak tadi. Dan ya see y'all on the next lta!!

Thursday, November 17, 2016

1 jam 3 menit

4:50,
Ku tatap sang cakrawala di atas,
Warnanya sudah tak tampak jingga,
Ku rasa ada yang salah dengan senja di kala itu.

5:09,
Ku tatap lagi sang cakrawala di atas,
Warna abu pun menyelimuti dengan sempurna,
Satu, dua tetes air mulai berjatuhan ke ranah,
Angin pun mulai menari dengan bergairahnya.

5:18,
Derasnya hujan kala itu tak dapat dihindari,
Ku percepat langkah ini menuju tempat tuk singgah,
Ku hadang angin yang menerjang dengan kuat.

5:23,
Tempat yang apik 'tuk singgah sementara,
Sampai senja mulai menampakan jingganya,
Ku menunggu sambil menegukan secangkir kopi.

5:34,
Entah sudah berapa banyak tegukan kopi melewati kerongkongan ini,
Lima? Ahh terlalu dikit, mungkin sudah lebih dari sepuluh,
Lebih dari sepuluh tegukan pahit yang sudah ku minum,
Angka yang tak sepadan dengan pahit yang ku rasakan tiap harinya.

5:44,
Sudah dua puluh satu menit dan cakrawala belum menunjukan jingganya,
Kenapa kau bersembunyi dariku?
Padahal kau adalah saat yang ku nanti di tiap harinya.

5:53,
Ku tolehkan pandangan ke jam,
Tanpa sadar sudah setengah jam dan cakrawala belum memberikan berita baik,
Ku tegukkan sisa kopi yang ada,
Dan memutuskan 'tuk beranjak pergi
Walaupun harus menghadang rintikan air yang masih tersisa.

Thursday, October 6, 2016

untitled

Setiap hari,
Entah sudah berapa lama ku melakukan ini,
Mungkin semenjak ku kagumi parasmu,
Ku menunggu sosokmu melewati pandanganku,
Kau yang membuatku terkesima pada pandangan pertama,
Hanya dengan melihat dirimu walaupun sekilas bisa memperindah hariku.

Setiap ku melihatmu,
Serasa ku bisa menggapaimu, tapi itu hal mustahil,
Setiap ingin menggapaimu, kau hilang secara cepat bagaikan debu,
Dan ketika kau hilang hanya menyisakan parasmu di benakku.

Setiap pagi, siang, dan sore,
Ku habiskan waktu di hidupku untuk sesuatu yang tidak penting,
Ya, hanya menunggu dirimu yang tak pasti ada di setiap waktu,
Ketidakpastian yang menyulitkan diri ini,
Ketidakpastian yang tak berujung ini, 
Ketidakpastian yang membuatku terus mencarimu,
Ku tak tau sampai kapan ini akan berlanjut,
Diriku yang tak tau untuk apa membuang waktu yang tidak bisa diulang kembali,
Diriku yang tanpa sadar melakukan sesuatu yang tidak penting,
Diriku yang mulai mencari dirimu seorang.

Setiap saat pikiranku memberitahu diriku jika telah berubah,
Tapi diriku sudah tuli, tidak ingin mendengarkan kata pikiran ini,
Perasaan yang mulai berseteru dengan pikiran,
Entah siapa yang akan menang dalam perseteruan ini,
Akankah perasaan ini yang menang atau pikiran ini?
Ku tak tau dan juga tak mau tau, biarlah.

Terkadang ku memikirkan,
Apakah perasaan ini hanya sebatas kagum? Ku tak tau dan tak mau tau,
Diriku pun juga demikian, tak ingin perasaan yang ku punya lebih dari sekarang.
.


.

.
Yak, jadi ini hanya sekedar coretan gue yang (lebih) dihayati HAHAHAH, hope u enjoy it!!

Saturday, September 10, 2016

DIY! #6


Ok balik lagi ke DIY! section di martabak keju! Dikarenakan gabut yang melanda akhirnya gue memutuskan untuk membuat diy lagi yang ke-6. Basically this diy is for girl, because i will make a lip balm! Gue ngebuat ini karena iseng & mau ngabisin stock vaselinenya hehe. Sebenarnya ini bisa buat para kaum adam kok, bisa karena....yaa baca dulu aja sampai abis ntar juga tau kok caranya wkwk.
 --------- DIY lip balm (ft. Vaseline)----------
•Alat & bahan:

1. Vaseline Petroleum Jelly
2. Wadah yang bisa untuk microwave/tahan panas
3. Lipstick of your choice (i steal my mom's lipstick HAHAHAHA)
4. Madu
5. Shea butter (i use from the face shop) (optional)
6. Lip balm (for glossy effect) (optional)
7. Wadah kecil untuk naruh lip balmnya
8. Sendok teh

•Steps:
 1. Campurkan 4-5 sendok teh vaseline petroleum jelly, 1 sendok teh madu, dan shea butter secukupnya (optional).
2. Panaskan di microwave selama 30 detik. Kalo gak punya bisa pake cara klasik yaitu panaskan wadah tahan panasnya di atas air mendidih/panas.
3. Kalo udah diaduk sampe rata & 
tambahkan lip balm & lip stick sebagai pewarnanya.
4. Masukan lagi ke dalam microwave selama 10 detik.

5. Aduk sampe kecampur rata & masukan kedalam wadah kecilnya menggunakan sendok teh atau gak langsung tuang ae, tapi hati-hati.


6. Diamkan sampai dingin (25-30 menit) & its ready to use!

Nah gampang kan? Diy lip balm ini bisa bikin 2 sekaligus, makanya kalo bisa siapkan 2 wadah kecil atau kurangkan vaselinenya jadi 2 setengah sendok teh. Buat kaum adam seperti yang gue bilang sebelumnya, lu cuma perlu menyingkirkan lipstick & lip balmnya.

Dan ya semoga postan ini membantu, and then see u on my new post xx!
 .
.
.
.
.
.
(ps: karena gue cuma nyiapin 1 wadah yang kecil itu, akhirnya gue pake glue stick yang udah gak kepakai dan gue cuci bersih wkwk, alhasil jadi kayak lipstick, hasilnya kayak gini



HAHAHAHA ini cocok buat kamuflase di kelas wkwkwk)



Saturday, August 20, 2016

Seni di pinggir jalan

Kali ini gue ngebolang lagi di daerah termainstream di Jakarta yaitu Monas. Ya lu taulah ikon kota Jakarta yang jadi tujuan para wisatawan dalam atau luar. Bolang kali ini gue bareng temen les o-friends gue waktu SMP yaitu Laras (@larassekark). Tujuan kali ini ke Taman Pandang Istana. Secara teknis ini bukan taman tapi kayak sarana bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya secara positif entah melalu seni atau yang lainnya. Taman ini baru diresmikan oleh ahok bulan Juli 2016 lalu. Jadi ya masih terbilang orok.

Awal gue kesini itu gue nyasar. Ya nyasar, nyasar di dalam monasnya tapi. Pasalnya gue malah masuk ke dalam monasnya dan ngiterin itu monas sampe ke ujung barat monas kayak orang bego. Dan gue juga baru tau kalo tamannya itu bukan di dalem monasnya melainkan di luarnya. Haha.

Saat ngeliatnya itu damn it so artsy. Ada instalasi, lampion, lukisan, dan sejenis diy rajutan gitu. Sumpah kalo tamannya gak panas gue pw kali sayangnya gak. Disana banyak bule yang juga tertarik dengan taman tersebut. Disana ada bangku yang menyerupai huruf dan tiap huruf-huruf itu membentuk kalimat yang bertuliskan "BERBEDA TAPI SATU". Nah saran gue kalo mau datang kesini mending sekitaran jam 5 sampai malam karena saat itu gak panas, lampionnya nyala jadinya bagus dan terkadang ada acara mini concert disana.










tampak samping kiri

  
tampak samping kanan


look what i found!

i love what he writted on it


Beberapa lentera yang gue demen


by: @larassekark

by: @larassekark
Sebenernya masih banyak lagi, tapi karena tiupan angin yang gak mendukung jadinya hanya memfoto seadanya, hehehe.

Abis puas foto-foto akhirnya makan di Lenggang Jakarta, jalannya gak jauh banget sih kalo kata gue. Disana itu sebenarnya tempat pkl yang diperbagus jadi kayak foodcourt gitu dan disana tempatnya sejuk. Tapi saat gue mesen makanan ada barner kayak gini.

Otomatis gue bingung, soalnya saat gue mesen makanan malah bayar pake cash bukan e-money dan seharusnya makanan gue gratis dong wkwkwk. Semoga aja aturan memakai e-money di Lenggang Jakarta lebih dipertegas agar tidak ada yang memakai cash lagi.

Pas di Lenggang Jakarta gue ama Laras mesen
ayam bakar IDR 25k

sate padang IDR 20k
Kalo minumannya ya aqua sajalah beli pake vending machine. Oh ya gue disini rekomendasiin es kelapa mudanya, its so fcking damn good, soalnya ini pas banget buat daerah Jakarta yang panas. Lu bisa dapetin es kelapa mudanya di lenggang jakarta, tepatnya di depan pintu masuk lenggang jakarta dari monas.
es kelapa muda IDR 10k. Sebenernya ini dilengkapin sama tutup dan sedotan cuman kesenggol ama Laras jadi jatoh #curhat :)
.
.
.
.
Dan yaa segitu dulu bolangan kali ini, c u at next post & jangan lupa kalo mau nyari tempat yang bagus di Jakarta cari di tags blog gue (lewat pc atau kalo dari hp ubah ke web version (ada di bawah, di atasnya 'about me') dan cari tag 'explore jakarta', thx, xoxo.