4:50,
Ku tatap sang cakrawala di atas,
Warnanya sudah tak tampak jingga,
Ku rasa ada yang salah dengan senja di kala itu.
5:09,
Ku tatap lagi sang cakrawala di atas,
Warna abu pun menyelimuti dengan sempurna,
Satu, dua tetes air mulai berjatuhan ke ranah,
Angin pun mulai menari dengan bergairahnya.
5:18,
Derasnya hujan kala itu tak dapat dihindari,
Ku percepat langkah ini menuju tempat tuk singgah,
Ku hadang angin yang menerjang dengan kuat.
5:23,
Tempat yang apik 'tuk singgah sementara,
Sampai senja mulai menampakan jingganya,
Ku menunggu sambil menegukan secangkir kopi.
5:34,
Entah sudah berapa banyak tegukan kopi melewati kerongkongan ini,
Lima? Ahh terlalu dikit, mungkin sudah lebih dari sepuluh,
Lebih dari sepuluh tegukan pahit yang sudah ku minum,
Angka yang tak sepadan dengan pahit yang ku rasakan tiap harinya.
5:44,
Sudah dua puluh satu menit dan cakrawala belum menunjukan jingganya,
Kenapa kau bersembunyi dariku?
Padahal kau adalah saat yang ku nanti di tiap harinya.
5:53,
Ku tolehkan pandangan ke jam,
Tanpa sadar sudah setengah jam dan cakrawala belum memberikan berita baik,
Ku tegukkan sisa kopi yang ada,
Dan memutuskan 'tuk beranjak pergi
Walaupun harus menghadang rintikan air yang masih tersisa.
No comments:
Post a Comment